Alasan yang sering digunakan adalah bahwa Israel menargetkan senjata yang ditransfer oleh Suriah kepada Hizbullah. Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, bahwa Israel akan akan mengambil tindakan militer guna mencegah adanya transfer senjata kepada kelompok perlawanan di Lebanon tersebut.

 

(lebih…)

Iklan

Ajaran Sesat Wahabi Khawarij ISIS : Dianggap Murtad, Anggota ISIS Bantai Ibu Kandungnya

Ali Saqr, ISIS yang membunuh ibunya

Ali Saqr, ISIS yang membunuh ibunya

Raqqa, Leena Al-Qasem, wanita usia 45 tahun dieksekusi oleh anaknya sendiri, Ali Saqr, 20 tahun di Raqqa, Suriah. Saqr adalah anggota teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Ibu yang malang ini dieksekusi karena dianggap murtad, seperti yang dilaporkan oleh Ibtimes, (07/1/2016), mengutip dari grup Raqqa is Being Slaughtered Silently (RBSS).

“Dia mengeksekusi ibunya di depan gedung Post kemarin. Eksekusi ini dilakukan di depan publik,” tambahnya.

RBSS juga mengunggah foto Saqr, dengan tangan kiri memengang senjata, sementara tangan kanan mengacungkan telunjuk ke atas.

Nisan Ibrahim

Nisan Ibrahim

Sebelumnya, RBSS melaporkan seorang jurnalis wanita Ruqia Hassan yang dibunuh ISIS karena menuliskan kehidupan di Raqqa setelah kota itu dikontrol ISIS. Hassan juga mendokumentasikan serangan dari Pasukan Koalisi Nati-ISIS.

Hassan, yang dikenal dengan Nisan Ibrahim, diyakini sebagai jurnalis kelima yang dibunuh ISIS sejak bulan Oktober lalu.

Pendiri RBBS, Abu Mohammed mencuit pada tanggal 2 Januari 2015, mengutip kalimat terakhir Hassan, “Aku berada di Raqqa, dan aku menghadapi ancaman kematian. Dan saat ISIS menawan lalu membunuhku, it’s okay. Mereka akan memenggal kepalaku, dan inilah martabatku. Itu jauh lebih dibandingkan hidup dibawah penghinaan oleh ISIS.” []

Propaganda Al-Jazeera, Tak Ada Matinya

Al-Jazeera, media terkemuka di Timur Tengah, menyatakan bahwa pemerintah Suriah kembali melakukan serangan bom barrel di kawasan Idlib, sehingga menewaskan 12 orang, dan beberapa di antaranya adalah anak-anak. Dalam artikel yang berjudul ‘Children Killed in Syria Airstrikes’, Al-Jeezera menuduh serangan tersebut dilakukan di masjid dan sekolah.

“Tujuh anak-anak dilaporkan tewas saat jet tempur menjatuhkan bom barrel di sebuah sekolah dalam kota Safohan, provinsi Idlib, pada Selasa, 23 Desember 2014,” tulis Al-Jazeera.

Tuduhan serupa kepada pemerintah Suriah juga pernah dipublikasikan oleh situs BBC, media Barat mainstream pendukung pemberontakan di Suriah. Saat itu, dalam sebuah serangan di Allepo, BBC menuduh bahwa rezim Assad dengan bengis membunuhi warga sipil di Allepo dengan bom barrel.

 

(lebih…)

Pasukan Koalisi Pimpinan AS, Kembali Jatuhkan Senjata untuk ISIS

foto: ss press tv

foto: ss press tv

Beberapa waktu yang lalu beredar luas video yang dirilis oleh teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berdurasi empat menit. Dalam pernyataannya, anggota ISIS asal Indonesia yang dijuluki Abu Jandal al-Yamani al-Indonesi tersebut  mengancam akan memerangi TNI, Polri, Densus 88 dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

“Pesan ini saya tujukan kepada Moeldoko, Panglima TNI laknatullah ‘alaihi, Polri, dan Banser. Kami telah menunggu kedatangan kalian. Kami telah mendengar bahwa kalian akan membantu pasukan koalisi untuk melenyapkan Daulah Khilafah ini,” ucap dia.

Abu Jandal juga menyatakan bahwa ISIS adalah tentara Allah yang memerangi pasukan koalisi pimpinan AS. Ia menuduh bahwa TNI, Polri dan Banser, akan bergabung dengan pasukan koalisi tersebut.

“Ketahuilah bahwa tentara-tentara Allah, sedang menunggu kalian. Ketahuilah bahwa tentara-tentara Allah di negeri Syam dan Irak sangat berbahagia mendengar kalian ingin bergabung dengan pasukan koalisi.Dan ketahuilah bahwa pasukan koalisi…hari ini pasukan koalisi sangat kewalahan mengahadapi Daulah Islam, dan perlu pertolongan babi-babi bodoh seperti kalian,” tambahnya lagi.

Hanya saja, walau ISIS mengklaim bahwa mereka memerangi pasukan koalisi, namun fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Baru-baru ini, sebuah pesawat tempur milik koalisi pimpinan AS sekali lagi menjatuhkan senjata di kawasan yang dikendalikan ISIS, tepatnya di distrik al-Dor, Provinsi Salahuddin.

Dari laporan yang dirilis presstv.com, pada Minggu, 5 Januari 2015, Sekretaris Jenderal Badr Organization Hadi al-Ameri mengatakan ada bukti kuat bahwa pesawat koalisi melemparkan senjata dan berbagai bantuan kepada ISIS. Sehingga klaim bahwa koalisi AS sedang berupaya menumpas ISIS, adalah sebuah kebohongan.

“Pasukan koalisi telah gagal. Para relawan mengandalkan kekuatan lokal dalam upaya menumpas ISIS,” jelas dia.

Gelombang relawan yang bangkit bergabung dengan tentara Irak, telah memberikan hasil yang signifikan dalam memberangus kelompok ISIS yang masih bercokol di Irak. Satu persatu wilayah berhasil direbut kembali.

Dan seperti jamak diketahui, bantuan AS terhadap ISIS dengan menjatuhkan senjata melalui jet tempur bukanlah yang pertama kali terjadi.

 

(lebih…)

Assad: Sejak Kapan AS Berkata Benar Tentang Konflik Suriah?

Bashar al-Assad

Bashar al-Assad

Jika kerapkali kita disuguhi informasi tentang konflik Suriah dari sudut pandang pihak anti-Assad, maka melalui artikel ini, Liputan Islam akan mengetengahkan konflik Suriah dari sudut pandang Assad.

Assad sebagai sosok yang dituding biang kerok dari konflik Suriah, siapakah ia sebenarnya, dan bagaimana posisinya dalam memandang kekacauan yang terjadi di negaranya? Berikut ini adalah wawancara ekslusif yang berhasil dihimpun Paris Match, bagian pertama bisa dibaca di sini, dan bagian kedua bisa dibaca di sini.

Paris Match: Pada 14 Juli 2008, Anda berdiri di podium presiden Champs Elysees di sela-sela KTT Mediterania. Namun saat ini, pemerintah Perancis menganggap Anda sebagai orang buangan. Bagaimana perasaan Anda tentang hal itu?

(lebih…)

Menjawab Hizbut Tahrir: Rakyat Suriah Menghendaki Khilafah?

Hizbut Tahrir- Suriah

klik untuk memperbesar

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) , menyatakan bahwa peperangan di Suriah melibatkan dua pihak. Pihak pertama adalah Amerika yang diikuti oleh Eropa, Rusia, dan sekutunya. Sedangkan pihak kedua adalah umat Islam, khususnya rakyat Syam (baca: Suriah).

Menurut HTI, Pihak pertama berjuang mati-matian untuk menghalangi tegaknya khilafah di bumi Syam; mendirikan rezim sekular, sebagaimana pendahulunya, yang tunduk dan mengikuti Amerika dan Barat. Lalu pihak kedua berjuang mati-matian untuk mendirikan khilafah, sebagai Uqru Dar al-Islam (lubang kembalinya [ular] di negeri Islam).

Benarkah rakyat Suriah menghendaki berdirinya khilafah? Untuk menjawab pertanyaan ini, Liputan Islam akan kembali memaparkan berbagai fakta yang luput (atau sengaja?) disampaikan oleh HTI.

Kebutuhan dasar manusia seperti yang diungkapkan Abraham Moslow,   meliputi kebutuhan fisiologis, yang merupakan kebutuhan manusia yang paling dasar seperti makan, minum, dan tidur. Lalu setelahnya, manusia membutuhkan rasa aman, bebas dari rasa takut dan cemas, stabilitas, keteraturan, dan jaminan keamanan. Bagaimana dengan Suriah, sudahkah hak-hak dasar ini terpenuhi?

 

(lebih…)

Suriah dan Perancis, Bukti Standar Ganda Netanyahu

Standar Ganda Netanyahu, klik untuk memperbesar

Standar Ganda Netanyahu, klik untuk memperbesar

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, berada di barisan depan dan bergendengan tangan dengan beberapa pemimpin negara-negara lainnya, dalam pawai anti-kekerasan yang digelar di Perancis, Minggu, 11 Januari 2015. Pawai tersebut, juga dihadiri oleh PM Inggris David Cameron, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita, Presiden Uni Eropa Donald Tusk, dan Raja Yordania Abdullah II.

Setelahnya, menurut laporan al-Arabiya, Netanyahu lantas mengunjungi Sinagog Agung di Paris. Ia disambut dengan teriakan ‘Bibi’ (nickname Netanyahu) dan “Israel will live, Israel will overcome”. Kehadirannya, untuk mengikuti serangkaian serimonial atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi terorisme yang terjadi di Paris dalam beberapa waktu terakhir.

Netanyahu menyatakan, bahwa ia menghargai atas sikap yang diambil pemerintah Perancis, yaitu perlawanan terhadap sentimen anti-Semit dan terorisme. (Baca: Israel, Icon Sempurna Teroris Rasis)

“Musuh bersama kami adalah kaum radikal, ekstremis Islam….” ujar Netanyahu.

Seriuskah pernyataan Netanyahu, bahwa ia menjadikan kelompok ekstremis Islam seb

 

(lebih…)